7 Pertanyaan Wajib Sebelum Hire Jasa Pembuatan Website
Memilih jasa pembuatan website yang tepat bisa jadi perbedaan antara investasi terbaik dan kerugian besar. Ini 7 pertanyaan yang harus kamu ajukan sebelum tanda tangan kontrak.
Kenapa Memilih Jasa Pembuatan Website Itu Rawan Salah?
Setiap tahun, ribuan bisnis di Indonesia kehilangan uang karena memilih jasa pembuatan website yang salah. Websitenya jadi, tapi lambat. Atau selesai terlambat berbulan-bulan. Atau yang paling menyesakkan: agency-nya hilang setelah pembayaran lunas, meninggalkan website yang tidak bisa dikelola sendiri.
Masalah ini hampir selalu berakar dari kurangnya due diligence sebelum hire. Dengan mengajukan pertanyaan yang tepat di awal, kamu bisa menghindari 90% potensi masalah tersebut.
7 Pertanyaan Wajib yang Harus Kamu Ajukan
1. "Bisa Tunjukkan 3 Website yang Sudah Live dan Bisa Saya Cek Sendiri?"
Portofolio di presentasi bisa dipoles sedemikian rupa. Yang tidak bisa dipalsukan adalah website live yang bisa kamu buka, cek kecepatan loadingnya, uji di mobile, dan bahkan hubungi klien aslinya. Minta minimal 3 portofolio yang relevan dengan bisnismu dan luangkan waktu untuk benar-benar mengeceknya.
2. "Siapa yang Mengerjakan Proyek Ini dan Apa Background-nya?"
Banyak agency kecil menerima proyek lalu subkontrak ke freelancer yang belum tentu punya pengalaman relevan. Tanyakan secara eksplisit: apakah dikerjakan in-house? Siapa desainer dan developernya? Sudah berapa lama mereka berpengalaman di bidang ini? Kamu berhak tahu siapa yang membangun aset digitalmu.
3. "Platform Apa yang Dipakai dan Apakah Saya Bisa Kelola Sendiri?"
Tanyakan teknologi yang digunakan: WordPress, Webflow, custom coding, atau lainnya. Yang paling penting: setelah website selesai, apakah kamu bisa update konten sendiri tanpa perlu bayar mereka setiap kali ada perubahan kecil? Jika jawabannya tidak, pastikan ada kontrak maintenance yang jelas harganya.
4. "Apa yang Termasuk dan Tidak Termasuk dalam Harga?"
Banyak penawaran murah di awal yang berakhir mahal karena banyak item yang tidak termasuk: hosting, domain, SSL certificate, revisi setelah approval, halaman tambahan, integrasi WhatsApp, SEO on-page, dan lain-lain. Minta breakdown biaya yang sangat detail sebelum tanda tangan — jangan asumsi semua sudah termasuk.
5. "Berapa Lama Proses Pengerjaannya dan Bagaimana Jika Molor?"
Timeline yang tidak realistis adalah red flag besar. Website yang kompleks tidak bisa selesai dalam 3 hari. Tapi yang lebih penting: tanyakan apa yang terjadi jika proyek molor — apakah ada penalti atau kompensasi? Pastikan timeline, milestone, dan klausul keterlambatan tercantum jelas di kontrak.
6. "Bagaimana Proses Revisi dan Berapa Kali Saya Bisa Revisi?"
Revisi tanpa batas bisa membuat proyek tidak pernah selesai — dan biasanya justru merugikan klien karena agency jadi tidak prioritaskan proyekmu. Tapi revisi yang terlalu dibatasi juga berisiko jika hasil akhirnya tidak sesuai ekspektasi. Cari kesepakatan tengah: 2–3 putaran revisi per milestone adalah standar yang wajar.
7. "Apa yang Terjadi dengan File dan Akses Setelah Proyek Selesai?"
Ini pertanyaan yang paling sering dilupakan dan paling sering menimbulkan masalah. Pastikan kamu mendapatkan akses penuh ke: hosting, domain, repository kode (jika custom), akun Google Analytics, dan Google Search Console. Beberapa agency "menahan" aset ini sebagai cara untuk memastikan klien terus bayar mereka.
Agency yang baik tidak akan keberatan menjawab semua pertanyaan ini dengan transparan. Jika ada yang defensif atau menghindar, itu sinyal yang perlu kamu perhatikan.
Tanda-Tanda Red Flag yang Harus Diwaspadai
- Tidak bisa menunjukkan portofolio live yang bisa dicek
- Harga jauh di bawah pasaran tanpa penjelasan yang masuk akal
- Tidak ada kontrak tertulis atau kontrak yang sangat minim
- Meminta pembayaran full di awal sebelum ada pekerjaan apapun
- Komunikasi yang lambat atau tidak responsif saat fase penawaran
Kesimpulan
Memilih jasa pembuatan website yang tepat membutuhkan due diligence yang serius. Tujuh pertanyaan di atas bukan untuk menyulitkan agency yang kamu ajak bicara — tapi untuk memastikan kamu membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi yang lengkap. Agency yang profesional akan menyambut pertanyaan-pertanyaan ini sebagai bukti bahwa kamu adalah klien yang serius.
Artikel terkait
Lanjutkan baca
Anatomi Landing Page yang Mengkonversi: Panduan Lengkap untuk Bisnis Indonesia
Landing page yang mengkonversi bukan soal desain cantik semata. Pelajari elemen-elemen kunci yang mendorong pengunjung untuk langsung mengambil tindakan.
Cara Membuat Website Bisnis yang Menghasilkan Leads
Pelajari cara membuat website bisnis yang profesional, dipercaya calon pelanggan, dan mampu menghasilkan leads untuk pertumbuhan usaha.
Cara Meningkatkan Konversi Website Tanpa Ganti Desain
Meningkatkan konversi website tidak selalu butuh redesain mahal. Pelajari perubahan kecil yang bisa memberikan dampak besar pada jumlah leads dan penjualan bisnis kamu.